▴Posko Keagamaan▴
- BLK Purworejo Buka Pelatihan Digital Marketing bagi Kader IPNU Loano Melalui Dana Pokir DPRD
- BLK Purworejo Resmi Tutup Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue untuk PAC Muslimat NU
- Persiapkan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3, BLK Kebumen Lakukan Studi Tiru ke BLK Purworejo
- BLK Purworejo Matangkan Persiapan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2: Disiplin dan Softskill Jadi Fokus Utama
- BLK Purworejo Buka Pelatihan Operator Mesin Bubut Dana DBHCHT bagi 16 Peserta Terpilih
- BLK Purworejo Tutup Pelatihan Setir Mobil, 20 Peserta Resmi Kantongi Sertifikat dan SIM A
- Anggota Komisi IV DPRD Berikan Motivasi kepada Peserta Pelatihan Menjahit Dasar di Purworejo
- Kepala Dinperintransnaker Purworejo Tekankan Profesionalisme ASN dalam Apel Pagi
- Dinperintransnaker Purworejo Fasilitasi Pertemuan Bipartit antara Pengusaha dan Eks Karyawan Apotek
- Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Wujud Komitmen Lintas Sektor, Dinperintransnaker Ikut Serta dalam Rakor Stunting
.png)
Purworejo, 18 September 2025 - Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di daerah. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran perwakilan dinas dalam Rapat Koordinasi Stunting bulan September 2025 yang diselenggarakan di Ruang Rapat Arahiwang, Kompleks Setda Kabupaten Purworejo pada hari Kamis.
Rapat koordinasi ini merupakan agenda rutin Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Purworejo yang bertujuan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Kehadiran Dinperintransnaker dalam forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam menangani isu stunting yang menjadi salah satu prioritas nasional dan daerah.
Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai kemajuan dan tantangan yang dihadapi dalam upaya menekan angka stunting di Purworejo. Para peserta yang berasal dari berbagai OPD terkait, instansi vertikal, dan pemangku kepentingan lainnya saling memberikan masukan dan data terkini dari lapangan.
Meskipun penanganan stunting secara langsung didominasi oleh sektor kesehatan, peran Dinperintransnaker dianggap strategis dari sisi peningkatan ekonomi keluarga. Melalui program-program pelatihan kerja, kewirausahaan, dan penempatan tenaga kerja, Dinperintransnaker berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga. Kondisi ekonomi yang membaik diharapkan dapat meningkatkan akses keluarga terhadap gizi yang berkualitas, yang merupakan faktor kunci dalam pencegahan stunting pada anak.



