▴Posko Keagamaan▴
- Pelatihan Sablon di Desa Samping Masuki Hari Ke-17, Peserta Praktik Sablon Topi dan Desain Kaos
- Dinperintransnaker Purworejo Gelar Rapat Koordinasi Bahas Agenda Kerja Minggu Ketiga Mei 2026
- Dinperintransnaker Purworejo Dorong ASN Segera Lakukan Pembaruan Data melalui DMS
- Dinperintransnaker Purworejo Dorong Mutu Produk Kopi Lokal melalui Pelatihan Teknis
- Kolaborasi dengan Puskesmas, Dinperintransnaker Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Penguatan Mutu Produk, Dinperintransnaker Purworejo Gelar Bimtek IKM Kopi
- Tingkatkan Kemandirian Masyarakat, BLK Purworejo Resmi Tutup Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue Batch 1
- Tingkatkan Peluang Kerja Mandiri, BLK Purworejo Resmi Tutup Pelatihan Pijat Refleksi di Desa Majir
- Sosialisasi Program Perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan Penyerahan simbolis santunan kematian BPJS ketenagakerjaan
- Rapat pembahasan usulan Standar Satuan Harga (SSH) Tahun Anggaran 2027
Rapat pembahasan usulan Standar Satuan Harga (SSH) Tahun Anggaran 2027
1.png)
Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) Kabupaten Purworejo mengikuti rapat pembahasan usulan Standar Satuan Harga (SSH) Tahun Anggaran 2027 pada Senin, 4 Mei 2026. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat PBMD Lantai III BPKPAD Kabupaten Purworejo ini difokuskan pada penyusunan standar harga untuk komponen bahan paket pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).
Langkah ini sangat krusial guna memastikan seluruh perencanaan kebutuhan material pelatihan memiliki dasar hukum yang kuat dan sesuai dengan regulasi harga daerah yang berlaku.
Melalui pembahasan ini, Dinperintransnaker berkomitmen untuk meningkatkan kualitas program pelatihan kerja dengan dukungan penganggaran yang akuntabel dan transparan. Sinkronisasi usulan SSH tersebut bertujuan agar pelaksanaan pelatihan di BLK pada tahun 2027 dapat berjalan lebih efektif dan efisien dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten. Dengan adanya standar harga yang tepat, proses pengadaan bahan pelatihan diharapkan tidak lagi terkendala oleh fluktuasi harga pasar, sehingga pelayanan kepada masyarakat di sektor ketenagakerjaan tetap optimal.


.png)
