▴Posko Keagamaan▴
- BLK Purworejo Buka Pelatihan Digital Marketing bagi Kader IPNU Loano Melalui Dana Pokir DPRD
- BLK Purworejo Resmi Tutup Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue untuk PAC Muslimat NU
- Persiapkan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3, BLK Kebumen Lakukan Studi Tiru ke BLK Purworejo
- BLK Purworejo Matangkan Persiapan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2: Disiplin dan Softskill Jadi Fokus Utama
- BLK Purworejo Buka Pelatihan Operator Mesin Bubut Dana DBHCHT bagi 16 Peserta Terpilih
- BLK Purworejo Tutup Pelatihan Setir Mobil, 20 Peserta Resmi Kantongi Sertifikat dan SIM A
- Anggota Komisi IV DPRD Berikan Motivasi kepada Peserta Pelatihan Menjahit Dasar di Purworejo
- Kepala Dinperintransnaker Purworejo Tekankan Profesionalisme ASN dalam Apel Pagi
- Dinperintransnaker Purworejo Fasilitasi Pertemuan Bipartit antara Pengusaha dan Eks Karyawan Apotek
- Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Dinas Perintransnaker Purworejo Pastikan Pembayaran THR 2026 Tepat Waktu dan Sesuai Upah

DinPerintransnaker Kabupaten Purworejo melalui Tim Monitoring THR 2026 pada Kamis, 26 Februari 2026, aktif melakukan pemantauan ketat terhadap pelaksanaan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2026. Kegiatan ini menyasar enam perusahaan di wilayah Purworejo, meliputi SPBE Banyumas Artikana Gasindo, RSI Loano, CV Sono indah putra, CV Rizky Jaya Abadi, PT Baqnu Sekawan Mulya, dan Crystal Skincare Purworejo. Tujuan utama monitoring adalah memastikan seluruh pekerja mendapatkan hak THR mereka paling lambat H-7 sebelum Hari Raya Idulfitri, dengan besaran yang sesuai berdasarkan ketentuan upah yang berlaku.
Tim monitoring dari Dinas Perintransnaker Purworejo memeriksa langsung kepatuhan perusahaan-perusahaan tersebut terhadap regulasi ketenagakerjaan terkait THR. Aspek yang menjadi fokus utama meliputi verifikasi tanggal pembayaran THR serta kesesuaian nominal yang diberikan dengan upah pokok dan tunjangan tetap karyawan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melindungi hak-hak pekerja, sekaligus mencegah potensi perselisihan ketenagakerjaan yang mungkin timbul akibat keterlambatan atau ketidaksesuaian pembayaran THR menjelang hari raya besar.
Kepala Dinas Perintransnaker Kabupaten Purworejo, meskipun tidak disebutkan namanya dalam data, menekankan pentingnya kepatuhan seluruh perusahaan terhadap peraturan pemerintah mengenai pembayaran THR keagamaan. "Pembayaran THR harus dilakukan secara penuh dan tepat waktu, paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya keagamaan. Ini bukan hanya kewajiban hukum, melainkan juga bentuk apresiasi perusahaan terhadap kinerja karyawan," ujar sumber internal dinas tersebut. Pihak dinas menyatakan akan menindaklanjuti setiap laporan atau temuan pelanggaran yang terjadi di lapangan demi terciptanya iklim kerja yang harmonis dan adil.
Dengan dilaksanakannya monitoring ini, diharapkan seluruh perusahaan di Kabupaten Purworejo dapat memenuhi kewajiban pembayaran THR keagamaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kepatuhan ini tidak hanya menjamin hak pekerja, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat menjelang perayaan hari raya, yang pada gilirannya dapat mendorong pergerakan ekonomi lokal. Dinas Perintransnaker Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus mengawasi dan memberikan bimbingan agar tidak ada pekerja yang dirugikan terkait hak THR mereka.



