DEKRANASDA Purworejo Promosikan Kriya Nusantara dalam Pameran Kerajinan Terbesar Asia Tenggara INACRAFT 2026

By Dinperintransnaker 05 Feb 2026, 15:23:26 WIB Perindustrian
DEKRANASDA Purworejo Promosikan Kriya Nusantara dalam Pameran Kerajinan Terbesar Asia Tenggara INACRAFT 2026

Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja melalui DEKRANASDA Kabupaten Purworejo ikut serta dan berpartisipasi dalam pameran kerajinan tangan terbesar dan paling bergengsi di Asia Tenggara INACRAFT 2026. INACRAFT 2026 resmi dibuka pada Rabu, 4 Februari 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) dengan mengusung tema sentral “Dari Desa Pintar ke Pasar Global.” Pembukaan ini menjadi penanda dimulainya pertemuan akbar bagi ribuan perajin, produsen, pedagang, dan eksportir produk kerajinan dari seluruh penjuru Indonesia, yang hadir untuk memamerkan kualitas, inovasi, dan kekayaan budaya kriya Nusantara.


Penyelenggaraan INACRAFT tahun ini secara khusus memberikan penekanan kuat pada peningkatan kapasitas pelaku usaha perempuan, sebagaimana termaktub dalam tagline pameran: “Menjelajahi dan Merayakan Pengusaha Wanita di Bidang Kerajinan.” Fokus tematik ini bertujuan untuk memberikan apresiasi serta dorongan nyata terhadap peran strategis perempuan yang sering kali menjadi tulang punggung industri kerajinan di tingkat daerah. Sejalan dengan tema utama, INACRAFT 2026 bertekad menjadi platform efektif untuk menjembatani produk unggulan lokal, memastikan bahwa kreasi yang berasal dari tingkat desa mampu memenuhi standar kualitas global dan bersaing secara kompetitif di pasar internasional.


Spektrum peserta INACRAFT 2026 sangat luas, mencakup pelaku industri kerajinan mulai dari perajin pemula yang baru merintis usaha hingga pengusaha kerajinan bertaraf dunia yang telah memiliki jaringan ekspor yang mapan. Kehadiran para stakeholder ini di JICC diharapkan dapat memfasilitasi transaksi bisnis yang signifikan, mendorong transfer pengetahuan dan teknologi, serta memicu kolaborasi strategis antar pelaku usaha. Pameran ini diharapkan tidak hanya meningkatkan volume perdagangan produk kerajinan nasional, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai pusat kreativitas dan kualitas kerajinan tangan yang diakui secara global.