▴Posko Keagamaan▴
- Tingkatkan Kapasitas SDM IKM Kopi, Dinperintransnaker Gelar Bimtek Manajemen Wirausaha Kopi
- Tingkatkan Peluang Kerja, 16 Peserta Pelatihan Setir Mobil BLK Purworejo Resmi Lulus
- Dinperintransnaker Purworejo Gelar Upacara Bendera Peringatan Ke-42 Hari Anak Nasional Tahun 2026
- UPT BLK Purworejo Cetak Wirausaha Baru Lewat Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue di Desa Clapar
- PELATIHAN PENYEMPURNAAN KEMASAN PRODUK, DORONG DAYA SAING INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KECAMATAN BANYUURIP
- Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo menghadiri kegiatan High Level Meeting
- Sharing Session Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan Launching Inovasi HARMONI-HI Tahun 2026
- Tingkatkan Kapasitas Intranet, Siswa SMK Muhammadiyah Purworejo Pasang Fiber Optik di BLK
- Apel Pagi Dinperintransnaker Purworejo Tekankan Penyelesaian Data Dukung Tepat Waktu
- Persiapkan Uji Kompetensi, BLK Dinperintransnaker Purworejo Gelar Apel Bersama
Tingkatkan Kesejahteraan Desa Penghasil Tembakau, BLK Purworejo Gelar Pelatihan Menjahit di Desa Kemanukan

Balai Latihan Kerja (BLK) Purworejo resmi membuka program pelatihan Menjahit Pakaian Dengan Mesin yang bertempat di Balai Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen, pada Senin (29/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 16 orang warga Desa Kemanukan yang terpilih untuk mengembangkan keterampilan teknis di bidang garmen. Program ini dibiayai sepenuhnya melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberdayakan masyarakat di wilayah penghasil tembakau.
Dalam sambutannya, Kepala BLK Purworejo menjelaskan bahwa pemilihan Desa Kemanukan didasarkan pada status desa tersebut sebagai salah satu daerah penerima manfaat DBHCHT. Pelatihan ini merupakan bentuk nyata pengembalian dana cukai kepada masyarakat dalam wujud pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Fokus utama dari program ini adalah memberikan bekal keahlian baru bagi warga agar memiliki kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Kepala BLK Purworejo juga berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Ia menekankan bahwa tidak semua desa memiliki kesempatan untuk mendapatkan alokasi pelatihan khusus seperti ini, mengingat terbatasnya kuota dan seleksi wilayah yang ketat. Oleh karena itu, kehadiran para peserta diharapkan dapat menjadi pemicu munculnya wirausaha baru di bidang konveksi di tingkat desa.
Melalui pelatihan menjahit ini, pemerintah berharap warga Desa Kemanukan tidak hanya bergantung pada sektor pertanian tembakau sebagai sumber mata pencaharian utama. Keterampilan menjahit yang diperoleh diharapkan mampu menjadi alternatif penghasilan tambahan yang menjanjikan bagi keluarga. Dengan meningkatnya kompetensi masyarakat, diharapkan angka pengangguran dapat ditekan dan kesejahteraan ekonomi di Kecamatan Bagelen semakin merata.



