▴Posko Keagamaan▴
- Dinperintransnaker Terima Kunjungan LPKS HKG Bahas Kerjasama Magang Jepang
- BLK Purworejo Bekali Warga Desa Wonotulus Keterampilan Bahasa Inggris untuk Perluas Peluang Kerja
- Tingkatkan Peluang Kerja, 20 Pemuda Megulung Kidul Rampungkan Pelatihan Setir Mobil di BLK Purworejo
- Permudah Proses Kerja Luar Negeri, Dinperintransnaker Layani Rekom ID CPMI
- Dinperintransnaker Tangani Aduan Ketenagakerjaan Secara Responsif dan Terukur
- DPRD Purworejo Gelar Paripurna Penetapan LKPJ 2025, Dinperintransnaker Turut Hadir
- Rapat Tindak Lanjut Kerjasama LPKS Magang Jepang Digelar di Dinperintransnaker Purworejo
- Apel Pagi Dinperintransnaker Soroti E-Kinerja dan Realisasi Anggaran April 2026
- Respons Aturan Baru BP2MI, Dinperintransnaker Perkuat Sinergi dengan P3MI
- Bidang Perindustrian Dinperintransnaker Purworejo Monitoring Persiapan Pelatihan Blending Kopi
Usung Semangat Ekonomi Kreatif, Wali Kota Pekalongan Resmi Buka Pekan Batik Nusantara 2025
.png)
Sebagai manifestasi kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa, Kota Pekalongan kembali menjadi tuan rumah perhelatan akbar Pekan Batik Nusantara 2025 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pekalongan pada Kamis (27/11/2025), acara bergengsi ini dipusatkan di dua lokasi ikonik, yakni Kawasan Wisata Budaya Jetayu dan Museum Batik. Rangkaian kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari penuh, mulai tanggal 27 November hingga 1 Desember 2025, dengan menghadirkan berbagai pameran dan atraksi budaya yang menarik perhatian wisatawan serta penggiat wastra dari berbagai daerah.
Dalam edisi tahun ini, Pekan Batik Nusantara mengusung tema sentral mengenai semangat pelestarian budaya yang disinergikan dengan penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Melalui tema tersebut, penyelenggaraan event ini tidak hanya bertujuan untuk merawat eksistensi batik sebagai identitas nasional, tetapi juga menjadi stimulus nyata bagi pertumbuhan sektor UMKM dan pariwisata daerah. Wali Kota Pekalongan berharap momentum ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh para perajin dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing produk lokal di kancah nasional maupun global.


.png)
