▴Posko Keagamaan▴
- BLK Purworejo Matangkan Persiapan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2: Disiplin dan Softskill Jadi Fokus Utama
- BLK Purworejo Buka Pelatihan Operator Mesin Bubut Dana DBHCHT bagi 16 Peserta Terpilih
- BLK Purworejo Tutup Pelatihan Setir Mobil, 20 Peserta Resmi Kantongi Sertifikat dan SIM A
- Anggota Komisi IV DPRD Berikan Motivasi kepada Peserta Pelatihan Menjahit Dasar di Purworejo
- Kepala Dinperintransnaker Purworejo Tekankan Profesionalisme ASN dalam Apel Pagi
- Dinperintransnaker Purworejo Fasilitasi Pertemuan Bipartit antara Pengusaha dan Eks Karyawan Apotek
- Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
- Verifikasi dan Validasi Data Usulan Penerima Bantuan Iuran Program Jamsostek Digelar di Purworejo
- Pelatihan pengemasan produk
- Dinperintransnaker Siap Bersinergi dan Berkolaborasi Dalam Rangka Pacu Investasi Daerah
Dukung Keadilan Restoratif, Dinperintransnaker Jalin Sinergi dengan Kejari Purworejo
.png)
Keterangan Gambar : Dukung Keadilan Restoratif, Dinperintransnaker Jalin Sinergi dengan Kejari Purworejo
Purworejo, 18 September 2025 – Dalam rangka memperkuat sinergi antar lembaga untuk penegakan hukum yang humanis, Kepala Dinperintransnaker Dr. Sukmo Widi Harwanto, SH, MM, melakukan koordinasi ke Kantor Kejaksaan Negeri Purworejo. Turut mendampingi, Plt. Kepala UPT Balai Latihan Kerja Purworejo Sigit Kurniantoro, S.Kom, MM, pada hari Kamis (18/9)
Kunjungan ini merupakan langkah proaktif untuk menindaklanjuti Surat Edaran Jaksa Agung Nomor 1 Tahun 2025 tentang Kolaborasi Kejaksaan dengan Pemerintah Daerah. Fokus utama pertemuan adalah membahas peran strategis Dinperintransnaker dalam mendukung pendekatan Keadilan Restoratif (Restorative Justice).
Dalam dialog tersebut, dibahas bagaimana UPT BLK dapat menjadi mitra dalam program reintegrasi sosial bagi pelaku tindak pidana yang perkaranya diselesaikan melalui keadilan restoratif. Pelaku yang mendapat kesempatan kedua akan dibekali dengan pelatihan keterampilan dan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Tujuannya adalah agar mereka memiliki keahlian untuk kembali produktif, diterima di masyarakat, dan tidak mengulangi perbuatannya, sekaligus memulihkan keseimbangan dan kepentingan korban.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sebuah mekanisme yang konkret di Kabupaten Purworejo, di mana proses hukum tidak hanya berfokus pada penghukuman, tetapi juga pada pemulihan keadaan dan perbaikan sosial ekonomi bagi semua pihak yang terlibat.



