▴Posko Keagamaan▴
- Rapat Pimpinan Dinperintransnaker Purworejo Matangkan Agenda Kerja Minggu Kedua Agustus
- Tingkatkan Kompetensi Digital Pemuda, BLK Dinperintransnaker Purworejo Buka Pelatihan Digital Marketing di Sambeng
- Kepala Dinperintransnaker Purworejo Sampaikan Sejumlah Arahan dalam Apel Pagi
- Kepala UPT BLK Purworejo Tutup Pelatihan Digital Marketing bagi IPNU-IPPNU Kaligesing
- Bidang Nakertrans Dinperintransnaker Terima Audiensi SMK Negeri 8 Purworejo Bahas Rekrutmen PT Suzuki Indomobil
- Dinperintransnaker Hadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan Tahun 2026
- Bimbingan Teknis (Bimtek) Hukum Kontrak Bagi Pejabat Pembuat Komitmen
- Dinperintransnaker Purworejo Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026
- Kasubbag TU UPT BLK Pimpin Apel Pagi di Halaman Kantor Dinperintransnaker Purworejo
- Dinperintransnaker Hadiri Jamsostek Award 2026 dan Launching Program Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah
Dukung Keadilan Restoratif, Dinperintransnaker Jalin Sinergi dengan Kejari Purworejo
.png)
Keterangan Gambar : Dukung Keadilan Restoratif, Dinperintransnaker Jalin Sinergi dengan Kejari Purworejo
Purworejo, 18 September 2025 – Dalam rangka memperkuat sinergi antar lembaga untuk penegakan hukum yang humanis, Kepala Dinperintransnaker Dr. Sukmo Widi Harwanto, SH, MM, melakukan koordinasi ke Kantor Kejaksaan Negeri Purworejo. Turut mendampingi, Plt. Kepala UPT Balai Latihan Kerja Purworejo Sigit Kurniantoro, S.Kom, MM, pada hari Kamis (18/9)
Kunjungan ini merupakan langkah proaktif untuk menindaklanjuti Surat Edaran Jaksa Agung Nomor 1 Tahun 2025 tentang Kolaborasi Kejaksaan dengan Pemerintah Daerah. Fokus utama pertemuan adalah membahas peran strategis Dinperintransnaker dalam mendukung pendekatan Keadilan Restoratif (Restorative Justice).
Dalam dialog tersebut, dibahas bagaimana UPT BLK dapat menjadi mitra dalam program reintegrasi sosial bagi pelaku tindak pidana yang perkaranya diselesaikan melalui keadilan restoratif. Pelaku yang mendapat kesempatan kedua akan dibekali dengan pelatihan keterampilan dan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Tujuannya adalah agar mereka memiliki keahlian untuk kembali produktif, diterima di masyarakat, dan tidak mengulangi perbuatannya, sekaligus memulihkan keseimbangan dan kepentingan korban.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sebuah mekanisme yang konkret di Kabupaten Purworejo, di mana proses hukum tidak hanya berfokus pada penghukuman, tetapi juga pada pemulihan keadaan dan perbaikan sosial ekonomi bagi semua pihak yang terlibat.



