▴Pelatihan Gratis PVN Batch 5 Tahun 2026▴
- Keikutsertaan dalam acara Sinergitas Pembinaan Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Melalui Aplikasi TKA Online
- Informasi Pelatihan Menjahit Lanjutan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Tahun 2026
- Pelatihan Kemasan Produk bagi para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di UPTD Rumah Kemasan
- Dinperintransnaker Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penyampaian Raperda APBD 2027
- Tingkatkan Kinerja ASN, Dinperintransnaker Ikuti Bimtek Anggota Korpri
- Dinperintransnaker Hadiri Rakor Pelaksanaan Program TJSLP di Purworejo
- HARMONI HI, Inovasi Digital Dinperintransnaker Purworejo untuk Mempermudah Penanganan Perselisihan Hubungan Industrial
- Calon Peserta Pelatihan Pembuatan Roti dan Menjahit Ikuti Seleksi Wawancara di UPT BLK Purworejo
- Dua Program Pelatihan PVN Batch 5 Buka Seleksi bagi Calon Peserta di Purworejo
- Persiapan Pelatihan Desain Kemasan dan Penguatan Budaya 5R Dibahas dalam Apel Pagi
Dukung Keadilan Restoratif, Dinperintransnaker Jalin Sinergi dengan Kejari Purworejo
.png)
Keterangan Gambar : Dukung Keadilan Restoratif, Dinperintransnaker Jalin Sinergi dengan Kejari Purworejo
Purworejo, 18 September 2025 – Dalam rangka memperkuat sinergi antar lembaga untuk penegakan hukum yang humanis, Kepala Dinperintransnaker Dr. Sukmo Widi Harwanto, SH, MM, melakukan koordinasi ke Kantor Kejaksaan Negeri Purworejo. Turut mendampingi, Plt. Kepala UPT Balai Latihan Kerja Purworejo Sigit Kurniantoro, S.Kom, MM, pada hari Kamis (18/9)
Kunjungan ini merupakan langkah proaktif untuk menindaklanjuti Surat Edaran Jaksa Agung Nomor 1 Tahun 2025 tentang Kolaborasi Kejaksaan dengan Pemerintah Daerah. Fokus utama pertemuan adalah membahas peran strategis Dinperintransnaker dalam mendukung pendekatan Keadilan Restoratif (Restorative Justice).
Dalam dialog tersebut, dibahas bagaimana UPT BLK dapat menjadi mitra dalam program reintegrasi sosial bagi pelaku tindak pidana yang perkaranya diselesaikan melalui keadilan restoratif. Pelaku yang mendapat kesempatan kedua akan dibekali dengan pelatihan keterampilan dan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Tujuannya adalah agar mereka memiliki keahlian untuk kembali produktif, diterima di masyarakat, dan tidak mengulangi perbuatannya, sekaligus memulihkan keseimbangan dan kepentingan korban.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan sebuah mekanisme yang konkret di Kabupaten Purworejo, di mana proses hukum tidak hanya berfokus pada penghukuman, tetapi juga pada pemulihan keadaan dan perbaikan sosial ekonomi bagi semua pihak yang terlibat.



