▴Posko Keagamaan▴
- BLK Purworejo Buka Pelatihan Digital Marketing bagi Kader IPNU Loano Melalui Dana Pokir DPRD
- BLK Purworejo Resmi Tutup Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue untuk PAC Muslimat NU
- Persiapkan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3, BLK Kebumen Lakukan Studi Tiru ke BLK Purworejo
- BLK Purworejo Matangkan Persiapan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2: Disiplin dan Softskill Jadi Fokus Utama
- BLK Purworejo Buka Pelatihan Operator Mesin Bubut Dana DBHCHT bagi 16 Peserta Terpilih
- BLK Purworejo Tutup Pelatihan Setir Mobil, 20 Peserta Resmi Kantongi Sertifikat dan SIM A
- Anggota Komisi IV DPRD Berikan Motivasi kepada Peserta Pelatihan Menjahit Dasar di Purworejo
- Kepala Dinperintransnaker Purworejo Tekankan Profesionalisme ASN dalam Apel Pagi
- Dinperintransnaker Purworejo Fasilitasi Pertemuan Bipartit antara Pengusaha dan Eks Karyawan Apotek
- Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Tingkatkan Pembinaan Industri, Purworejo Koordinasikan DBHCHT dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Semarang — Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) Kabupaten Purworejo melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (4/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka koordinasi pelaksanaan kegiatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 pada sektor perindustrian.
Kegiatan yang berlangsung di kantor Disperindag Provinsi Jawa Tengah tersebut diterima langsung oleh Devita Ayu Mirandati, SE, M.Si serta Agung Sri Kuncoro, S.Pt yang mewakili jajaran Disperindag Provinsi Jawa Tengah. Pertemuan ini menjadi forum koordinasi untuk membahas berbagai agenda terkait perencanaan dan pelaksanaan program industri yang bersumber dari dana DBHCHT.
Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah hal penting, di antaranya koordinasi teknis pelaksanaan program DBHCHT tahun 2026 pada sektor perindustrian, permintaan dukungan narasumber dari pihak provinsi untuk kegiatan pembinaan dan pemberdayaan industri di Kabupaten Purworejo, serta pembahasan terkait pelaporan data industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), termasuk kelengkapan data industri dan mekanisme pelaporannya.
Selain itu, kedua pihak juga membahas rencana pelatihan yang akan disinergikan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten guna meningkatkan kapasitas pelaku industri di daerah. Program pelatihan tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi serta daya saing pelaku industri kecil dan menengah di Kabupaten Purworejo.
Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak menyatakan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dalam rangka optimalisasi pelaksanaan program-program perindustrian yang didanai melalui DBHCHT, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung perkembangan sektor industri di daerah.



