▴Posko Keagamaan▴
- Berdayakan Warga Tepus Kulon, BLK Purworejo Buka Pelatihan Instalasi Listrik Berbasis PLTS dan Smart Home
- BLK Purworejo Gelar Seleksi Calon Peserta Pelatihan Operator Mesin Bubut Dana DBHCHT 2026
- Sinkronisasi Kurikulum SMK Negeri 2 Purworejo Dukung Kesiapan SDM Menghadapi Dunia Kerja
- Dinperintransnaker Purworejo Gelar Rapat Koordinasi dengan ALPA Indonesia Bahas Seleksi Magang Jepang
- Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Tenaga Kerja Mikro tahun 2026 di Purworejo
- Tingkatkan Kompetensi Warga, BLK Purworejo Resmi Buka Pelatihan Setir Mobil Dana DBHCHT 2026
- Tingkatkan Angka Kebekerjaan, BLK Purworejo Resmi Tutup Pelatihan Menjahit dan Teknisi Ponsel
- Pelaksanaan Uji Kompetensi Kejuruan Elektronika Program Pelatihan Teknisi Telepon Seluler di BLK Purworejo
- Sebanyak 14 Peserta Ikuti Uji Kompetensi Menjahit di UPT BLK Purworejo
- UPT BLK Dinperintransnaker Purworejo Resmi Tutup Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue di Desa Gunung Teges
Tingkatkan Angka Kebekerjaan, BLK Purworejo Resmi Tutup Pelatihan Menjahit dan Teknisi Ponsel
1.png)
Balai Latihan Kerja (BLK) Purworejo secara resmi menutup dua program pelatihan keterampilan pada Selasa (26/5/2026) bertempat di Aula BLK Purworejo. Acara penutupan ini menandai berakhirnya masa pelatihan bagi 26 peserta yang terbagi ke dalam dua kejuruan, yakni 14 peserta pelatihan Menjahit Pakaian Dengan Mesin dan 12 peserta pelatihan Teknisi Telepon Seluler - Reparasi Perangkat Keras. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Perintransnaker) Kabupaten Purworejo, Kepala BLK, serta Kasubag Tata Usaha BLK Purworejo.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Perintransnaker menekankan bahwa keahlian yang telah diperoleh para peserta memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Peserta pelatihan teknisi telepon seluler diproyeksikan memiliki peluang kuat untuk membuka usaha mandiri di bidang jasa reparasi, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat akan perbaikan perangkat keras ponsel. Sementara itu, bagi peserta pelatihan menjahit, peluang karir terbuka luas baik untuk merintis usaha konveksi mandiri maupun terserap ke dalam sektor industri garmen yang terus berkembang.
Lebih lanjut, pihak dinas menggarisbawahi bahwa output dari setiap program pelatihan saat ini dituntut untuk menaikkan angka kebekerjaan di daerah secara signifikan. Fokus utama pemerintah tidak hanya sekadar memberikan sertifikasi, tetapi memastikan para lulusan mampu menjadi tenaga kerja produktif yang mampu bersaing di pasar kerja. Transformasi BLK kini lebih ditekankan pada hasil akhir, yakni sejauh mana para alumni dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran di wilayah Purworejo.
Sebagai penutup, para alumni diharapkan untuk senantiasa bersikap proaktif dalam menjemput peluang, baik itu mencari lowongan kerja di perusahaan maupun menciptakan lapangan kerja sendiri melalui usaha mandiri. Pihak BLK Purworejo berpesan agar keterampilan yang sudah diasah selama pelatihan terus dikembangkan sesuai dengan tren industri saat ini. Dengan bekal kompetensi yang mumpuni, para lulusan diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi baru yang mandiri dan berdaya saing tinggi.



.png)