▴Posko Keagamaan▴
- BLK Purworejo Buka Pelatihan Digital Marketing bagi Kader IPNU Loano Melalui Dana Pokir DPRD
- BLK Purworejo Resmi Tutup Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue untuk PAC Muslimat NU
- Persiapkan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3, BLK Kebumen Lakukan Studi Tiru ke BLK Purworejo
- BLK Purworejo Matangkan Persiapan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2: Disiplin dan Softskill Jadi Fokus Utama
- BLK Purworejo Buka Pelatihan Operator Mesin Bubut Dana DBHCHT bagi 16 Peserta Terpilih
- BLK Purworejo Tutup Pelatihan Setir Mobil, 20 Peserta Resmi Kantongi Sertifikat dan SIM A
- Anggota Komisi IV DPRD Berikan Motivasi kepada Peserta Pelatihan Menjahit Dasar di Purworejo
- Kepala Dinperintransnaker Purworejo Tekankan Profesionalisme ASN dalam Apel Pagi
- Dinperintransnaker Purworejo Fasilitasi Pertemuan Bipartit antara Pengusaha dan Eks Karyawan Apotek
- Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
BLK Purworejo Tutup Pelatihan Las di Desa Penungkulan, 16 Peserta Siap Terjun ke Dunia Kerja
1.png)
Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Purworejo secara resmi menutup kegiatan pelatihan kejuruan las yang diselenggarakan di Balai Desa Penungkulan pada Selasa (19/05/2026). Acara penutupan ini menandai berakhirnya masa pelatihan intensif yang telah berlangsung selama 20 hari bagi 16 peserta terpilih dari warga setempat. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan bekal keterampilan teknis yang mumpuni sesuai dengan standar kompetensi industri saat ini.
Kegiatan seremoni penutupan tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) Kabupaten Purworejo, yang didampingi oleh Kepala BLK Purworejo beserta Kasubag Tata Usaha BLK. Kehadiran Kepala Desa Penungkulan dalam acara ini juga menunjukkan dukungan penuh pemerintah desa terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayahnya. Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal yang kompeten.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinperintransnaker menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dengan penuh disiplin. Beliau menekankan bahwa keterampilan mengelas merupakan aset berharga yang sangat dibutuhkan, baik di pasar kerja formal maupun dalam sektor pembangunan konstruksi. Harapannya, para lulusan tidak hanya menunggu peluang kerja yang ada, tetapi juga memiliki inisiatif untuk membangun usaha mandiri di bidang pengelasan guna mendorong roda ekonomi kreatif di desa.
Program pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran melalui jalur pendidikan vokasi yang tepat sasaran. Melalui sertifikasi dan kompetensi yang telah diraih selama hampir tiga minggu tersebut, ke-16 peserta kini dinyatakan siap bersaing secara profesional. Penutupan acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat secara simbolis sebagai tanda bukti kompetensi yang akan menjadi modal utama mereka dalam menata masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera.



