▴Inovasi Harmoni HI▴
- Kepala Dinperintransnaker Pimpin Rapat Koordinasi Agenda Kegiatan Akhir September
- Dinperintransnaker Purworejo Tekankan Percepatan Realisasi Anggaran dan Tertib Administrasi ASN
- Upaya Maksimal Cetak Tenaga Kerja Kompeten, BLK Purworejo Seleksi Ketat Calon Peserta Pelatihan Mesin Bubut dan Servis Sepeda Motor Injeksi
- Keikutsertaan dalam acara Sinergitas Pembinaan Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Melalui Aplikasi TKA Online
- Informasi Pelatihan Menjahit Lanjutan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Tahun 2026
- Pelatihan Kemasan Produk bagi para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di UPTD Rumah Kemasan
- Dinperintransnaker Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penyampaian Raperda APBD 2027
- Tingkatkan Kinerja ASN, Dinperintransnaker Ikuti Bimtek Anggota Korpri
- Dinperintransnaker Hadiri Rakor Pelaksanaan Program TJSLP di Purworejo
- HARMONI HI, Inovasi Digital Dinperintransnaker Purworejo untuk Mempermudah Penanganan Perselisihan Hubungan Industrial
BLK Purworejo Matangkan Persiapan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2: Disiplin dan Softskill Jadi Fokus Utama

Balai Latihan Kerja (BLK) Purworejo menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan persiapan pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 pada Senin (15/06/2026). Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala BLK Purworejo dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan utama, termasuk penanggung jawab pelatihan Pengelolaan Administrasi Perkantoran, Servis Sepeda Motor Injeksi, serta Juru Gambar Bangunan Gedung. Kehadiran Person in Charge (PIC) pelatihan APBN BLK Purworejo juga memastikan sinergi program berjalan sesuai dengan pedoman nasional yang berlaku.
Dalam rapat tersebut, Kepala BLK Purworejo memberikan instruksi khusus mengenai penguatan manajemen kedisiplinan peserta selama masa pelatihan. Menurutnya, kompetensi teknis yang mumpuni harus dibarengi dengan etos kerja yang tinggi agar lulusan BLK Purworejo memiliki daya saing yang kuat di pasar kerja. Kedisiplinan akan menjadi tolok ukur utama dalam penilaian progres peserta di semua kejuruan, mulai dari administrasi perkantoran hingga teknik otomotif dan konstruksi.
Selain faktor kedisiplinan, integrasi materi softskill menjadi sorotan utama dalam persiapan batch kali ini. Kepala BLK menekankan bahwa materi kemampuan interpersonal dan komunikasi tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dalam setiap praktikum teknis. Hal ini bertujuan agar para peserta tidak hanya mahir secara mekanis, tetapi juga memiliki mentalitas profesional yang siap menghadapi dinamika lingkungan kerja yang terus berubah dan menuntut kolaborasi tim yang solid.
Sebagai penutup arahan, pihak manajemen menginstruksikan agar sistem pelaporan pelatihan dipersiapkan dengan cermat sejak hari pertama pelaksanaan. Persiapan pelaporan yang dilakukan lebih awal diharapkan mampu menjaga akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana APBN. Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan seluruh dokumentasi administratif dan capaian kompetensi peserta terdokumentasi dengan baik, sehingga proses evaluasi pasca-pelatihan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.



