▴Posko Keagamaan▴
- Perkuat Landasan Pembangunan Industri, Dinperintransnaker Purworejo Gelar Rapat Tim Pembahas Raperbup
- 32 Peserta Batch 2 BLK Purworejo Jalani Uji Kompetensi LSP P2 BPVP Surakarta
- Rapat Pimpinan Dinperintransnaker Purworejo Matangkan Agenda Kerja Minggu Kedua Agustus
- Tingkatkan Kompetensi Digital Pemuda, BLK Dinperintransnaker Purworejo Buka Pelatihan Digital Marketing di Sambeng
- Kepala Dinperintransnaker Purworejo Sampaikan Sejumlah Arahan dalam Apel Pagi
- Kepala UPT BLK Purworejo Tutup Pelatihan Digital Marketing bagi IPNU-IPPNU Kaligesing
- Bidang Nakertrans Dinperintransnaker Terima Audiensi SMK Negeri 8 Purworejo Bahas Rekrutmen PT Suzuki Indomobil
- Dinperintransnaker Hadiri Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan Tahun 2026
- Bimbingan Teknis (Bimtek) Hukum Kontrak Bagi Pejabat Pembuat Komitmen
- Dinperintransnaker Purworejo Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026
BLK Purworejo Matangkan Persiapan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2: Disiplin dan Softskill Jadi Fokus Utama

Balai Latihan Kerja (BLK) Purworejo menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan persiapan pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 pada Senin (15/06/2026). Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala BLK Purworejo dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan utama, termasuk penanggung jawab pelatihan Pengelolaan Administrasi Perkantoran, Servis Sepeda Motor Injeksi, serta Juru Gambar Bangunan Gedung. Kehadiran Person in Charge (PIC) pelatihan APBN BLK Purworejo juga memastikan sinergi program berjalan sesuai dengan pedoman nasional yang berlaku.
Dalam rapat tersebut, Kepala BLK Purworejo memberikan instruksi khusus mengenai penguatan manajemen kedisiplinan peserta selama masa pelatihan. Menurutnya, kompetensi teknis yang mumpuni harus dibarengi dengan etos kerja yang tinggi agar lulusan BLK Purworejo memiliki daya saing yang kuat di pasar kerja. Kedisiplinan akan menjadi tolok ukur utama dalam penilaian progres peserta di semua kejuruan, mulai dari administrasi perkantoran hingga teknik otomotif dan konstruksi.
Selain faktor kedisiplinan, integrasi materi softskill menjadi sorotan utama dalam persiapan batch kali ini. Kepala BLK menekankan bahwa materi kemampuan interpersonal dan komunikasi tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dalam setiap praktikum teknis. Hal ini bertujuan agar para peserta tidak hanya mahir secara mekanis, tetapi juga memiliki mentalitas profesional yang siap menghadapi dinamika lingkungan kerja yang terus berubah dan menuntut kolaborasi tim yang solid.
Sebagai penutup arahan, pihak manajemen menginstruksikan agar sistem pelaporan pelatihan dipersiapkan dengan cermat sejak hari pertama pelaksanaan. Persiapan pelaporan yang dilakukan lebih awal diharapkan mampu menjaga akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana APBN. Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan seluruh dokumentasi administratif dan capaian kompetensi peserta terdokumentasi dengan baik, sehingga proses evaluasi pasca-pelatihan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.



