BLK Purworejo Buka Pelatihan Digital Marketing bagi Kader IPNU Loano Melalui Dana Pokir DPRD

By Dinperintransnaker 21 Jun 2026, 21:33:41 WIB UPT BLK
BLK Purworejo Buka Pelatihan Digital Marketing bagi Kader IPNU Loano Melalui Dana Pokir DPRD

Balai Latihan Kerja (BLK) Purworejo secara resmi membuka pelatihan Digital Marketing yang diikuti oleh 16 peserta dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Loano. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Pendopo Khas Nusantara Sambeng Bayan pada Jumat (19/06/2026). Pelatihan ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan kompetensi teknologi informasi yang relevan di era ekonomi digital saat ini.

Acara pembukaan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BLK Purworejo dan dihadiri oleh jajaran pejabat fungsional lainnya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah Kasubag Tata Usaha BLK, perwakilan pengurus IPNU PAC Loano, serta instruktur bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) BLK Purworejo, Zanuar Didik Bintoro, S.Kom. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan kapasitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Program pelatihan ini merupakan implementasi dari pemanfaatan Dana Alokasi Umum (DAU) melalui aspirasi Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kabupaten Purworejo. Skema pendanaan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat dalam bentuk kegiatan peningkatan keterampilan kerja yang aplikatif. Dengan adanya dukungan legislatif, diharapkan program pelatihan kerja di Purworejo dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, khususnya kelompok produktif di tingkat kecamatan.

Selama sesi pelatihan, para peserta akan mendapatkan materi intensif mengenai strategi pemasaran digital di bawah bimbingan instruktur profesional. Kepala BLK berharap ilmu yang didapat tidak hanya berhenti pada teori, tetapi mampu dipraktikkan untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal maupun karir pribadi para kader IPNU. Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mencetak talenta digital yang kompeten dari lingkup Kecamatan Loano guna menghadapi tantangan pasar kerja global.