▴Pelatihan Gratis PVN Batch 5 Tahun 2026▴
- Keikutsertaan dalam acara Sinergitas Pembinaan Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Melalui Aplikasi TKA Online
- Informasi Pelatihan Menjahit Lanjutan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Tahun 2026
- Pelatihan Kemasan Produk bagi para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di UPTD Rumah Kemasan
- Dinperintransnaker Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penyampaian Raperda APBD 2027
- Tingkatkan Kinerja ASN, Dinperintransnaker Ikuti Bimtek Anggota Korpri
- Dinperintransnaker Hadiri Rakor Pelaksanaan Program TJSLP di Purworejo
- HARMONI HI, Inovasi Digital Dinperintransnaker Purworejo untuk Mempermudah Penanganan Perselisihan Hubungan Industrial
- Calon Peserta Pelatihan Pembuatan Roti dan Menjahit Ikuti Seleksi Wawancara di UPT BLK Purworejo
- Dua Program Pelatihan PVN Batch 5 Buka Seleksi bagi Calon Peserta di Purworejo
- Persiapan Pelatihan Desain Kemasan dan Penguatan Budaya 5R Dibahas dalam Apel Pagi
HARMONI HI, Inovasi Digital Dinperintransnaker Purworejo untuk Mempermudah Penanganan Perselisihan Hubungan Industrial

PURWOREJO – Dinas Perindustrian, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker) Kabupaten Purworejo menghadirkan inovasi HARMONI HI sebagai transformasi pelayanan pelaporan dan penanganan perselisihan hubungan industrial berbasis digital.
Inovasi ini dikembangkan untuk menjawab persoalan mekanisme pelaporan yang sebelumnya masih dilakukan secara konvensional. Pekerja maupun pengusaha harus datang langsung untuk menyampaikan pengaduan sehingga membutuhkan waktu dan biaya serta membatasi akses terhadap layanan.
Selain persoalan akses, belum tersedianya sistem yang terintegrasi juga menyebabkan proses pencatatan, dokumentasi, pemantauan, dan tindak lanjut perselisihan belum berjalan secara optimal. Kondisi tersebut juga membuat data perselisihan belum dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan pengambilan kebijakan ketenagakerjaan.
Kepala Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo, Dr. Sukmo Widi Harwanto, SH, MM, mengatakan HARMONI HI merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan hubungan industrial melalui pemanfaatan teknologi informasi.
“HARMONI HI kami hadirkan untuk memberikan kemudahan kepada pekerja maupun pengusaha dalam menyampaikan permasalahan hubungan industrial. Yang kami bangun bukan sekadar kanal pengaduan online, tetapi sebuah sistem yang mengintegrasikan proses pelaporan sampai dengan penanganannya.”
Menurut Dr. Sukmo, digitalisasi tersebut juga diperlukan agar pemerintah daerah memiliki data yang lebih terstruktur mengenai permasalahan hubungan industrial.
“Dengan sistem yang terintegrasi, setiap laporan dapat terdokumentasi dengan lebih baik. Data tersebut kemudian dapat menjadi bahan evaluasi, pemetaan permasalahan, dan penyusunan kebijakan ketenagakerjaan.”
Dari Pelaporan Manual Menjadi Digital
Melalui HARMONI HI, pelaporan perselisihan hubungan industrial dapat dilakukan secara digital. Pekerja maupun pengusaha tidak harus datang langsung ke kantor untuk menyampaikan laporan awal.

Irene Setyaningrum, S.IP., M.Si. Kepala Bidang Nakertrans Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo
Kepala Bidang Nakertrans Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo, Irene Setyaningrum, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa perubahan tersebut memberikan kemudahan sekaligus membuat laporan lebih mudah dikelola oleh petugas.
“Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui sistem secara online. Setelah laporan masuk, petugas melakukan verifikasi dan validasi untuk memastikan informasi yang disampaikan sudah lengkap sebelum diproses lebih lanjut.”
Irene menambahkan bahwa sistem juga memperhatikan keamanan dan kerahasiaan informasi pelapor.
“Perselisihan hubungan industrial merupakan persoalan yang cukup sensitif. Karena itu, keamanan data dan kerahasiaan identitas pelapor menjadi bagian yang diperhatikan dalam pengembangan HARMONI HI.”
HARMONI HI menyediakan kanal pelaporan yang dirancang untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan identitas pelapor sehingga diharapkan dapat memberikan rasa aman dalam menyampaikan pengaduan.
Bagaimana Laporan Ditangani?
Menurut Irene, laporan yang masuk tidak langsung menjadi kasus yang ditangani, tetapi terlebih dahulu melalui proses verifikasi dan validasi.
“Setelah laporan diterima, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dan kebenaran data. Apabila sudah memenuhi ketentuan, laporan diregistrasi dalam sistem dan kemudian ditindaklanjuti oleh mediator hubungan industrial.”
Laporan yang telah teregistrasi selanjutnya ditindaklanjuti melalui proses klarifikasi dan mediasi antara para pihak sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh tahapan penanganan tersebut terdokumentasi dalam sistem.
Pelapor Dapat Mengetahui Perkembangan Laporan
Salah satu perubahan dalam pelayanan melalui HARMONI HI adalah tersedianya informasi mengenai status dan perkembangan laporan.
Sebelumnya, pelapor belum memperoleh informasi yang optimal mengenai tahapan penanganan laporan. Melalui sistem digital, status dan progres penanganan dapat dipantau melalui sistem.
“Pelapor dapat mengetahui perkembangan laporan melalui sistem. Ini penting agar proses penanganan lebih terbuka dan pelapor memiliki informasi mengenai tahapan yang sedang berjalan,” ujar Irene.
Data untuk Deteksi Dini dan Kebijakan
Selain menjadi sarana pelayanan, HARMONI HI juga menghasilkan data perselisihan hubungan industrial yang terdokumentasi secara terintegrasi.
Data tersebut dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi potensi konflik sejak dini, melakukan evaluasi terhadap pola perselisihan, serta menjadi bahan penyusunan kebijakan ketenagakerjaan.
Dr. Sukmo mengatakan bahwa aspek tersebut menjadi salah satu nilai strategis dari inovasi HARMONI HI.
“Kami ingin data pelayanan yang ada dapat memberikan gambaran mengenai permasalahan hubungan industrial di Kabupaten Purworejo. Dari sana pemerintah daerah dapat melakukan evaluasi dan menentukan langkah yang diperlukan berdasarkan data yang tersedia.”
Pelayanan yang Terintegrasi
HARMONI HI mengintegrasikan sejumlah tahapan pelayanan, mulai dari pengaduan, verifikasi, pencatatan kasus, tindak lanjut, hingga pemantauan perkembangan laporan. Dengan mekanisme tersebut, proses penanganan menjadi lebih terdokumentasi dan memudahkan monitoring.
Irene menjelaskan bahwa dari sisi pelayanan, integrasi tersebut membantu petugas dalam mengikuti perkembangan setiap laporan.
“Dengan adanya sistem, proses pencatatan dan dokumentasi menjadi lebih terstruktur. Petugas dapat melihat tahapan penanganan setiap laporan sehingga monitoring kasus dapat dilakukan dengan lebih mudah.”
Mendukung Hubungan Industrial yang Harmonis
HARMONI HI diharapkan dapat meningkatkan akses pelaporan, memperbaiki proses penanganan, memperkuat transparansi pelayanan, serta menyediakan data yang dapat digunakan dalam pencegahan konflik dan penyusunan kebijakan ketenagakerjaan.
Dr. Sukmo menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya Dinperintransnaker dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya, HARMONI HI dapat menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan hubungan industrial yang lebih mudah diakses, tertib dalam penanganan, dan didukung oleh data yang baik. Dengan demikian, penyelesaian permasalahan hubungan industrial dapat dilakukan secara lebih terarah.”
Akses HARMONI HI
Masyarakat dapat mengakses inovasi HARMONI HI melalui: https://dinperintransnaker.purworejokab.go.id/harmoni
HARMONI HI menjadi langkah Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo dalam mentransformasikan pelayanan hubungan industrial dari mekanisme konvensional menuju layanan digital yang terintegrasi, dengan dukungan pencatatan dan pengelolaan data sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik.



